Arsip Tag: Pln

Benarkah ada Kompensasi Dari PLN terkait WORK FROM HOME ?

Di tengah situasi yang masih kurang kondusif seperti sekarang ini, masih ada saja pihak yang menyebarkan informasi palsu.

Baru baru ini muncul di berbagai media sosial dan WA group yang menyatakan bahwa PLN memberikan kompensasi terkait dengan kerja dari rumah / WFH,disertai dengan lampiran link menuju halaman website pln.

Menyikapi informasi yang beredar tersebut, pihak PLN mengklarifikasi bahwa info tersebut palsu/hoaks.

“Hai Electrizen, Terkait kebenaran info “Kompensasi dari PLN karena WFH” info tersebut tidak benar ya.

Link tersebut merupakan info kompensasi akibat padam Agustus 2019. Selalu berhati-hati dan selalu jaga kesehatan.”

Jadi sudah jelas bahwa informasi yang beredar tersebut palsu/hoaks.

Semoga anda tidak ikut membagikan informasi palsu tersebut. Selalu berhati-hati dan cari dulu kebenaran apabila ingin membagikan sebuah informasi.

Semoga bermanfaat.

Tarif Listik 900 VA RTM Tidak Naik

Melatinews.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan pelanggan listrik golongan 900 Volt Ampere (VA) bagi Rumah Tangga Mampu (RTM) tidak akan dikenakan penyesuaian harga (tariff adjusment) terhitung sejak 1 Januari 2020. Keputusan ini dipastikan Menteri ESDM Arifin Tasrif setelah mempertimbangkan stabilitas ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat.

“Belum (ada kenaikan). Kita jaga kestabilan dulu,” kata Arifin di Gedung Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (27/12).

Rencana kebijakan tariff adjustment, sambung Arifin, dinilai Pemerintah belum diperlukan kendati PT PLN (Persero) tengah mengajukan permohonan penyesuaian kepada Kementerian ESDM.

Pemerintah meminta kepada pihak PLN untuk melakukan verifikasi data pelanggan 900 VA terlebih dahulu secara akurat sehingga kebijakan akan kenaikan tarif tepat sasaran. “Kita masih melakukan pendataan yang lebih detail supaya tidak salah sasaran. Sampai PLN siapkan dengan data-datanya. Kan harus lewat banyak (lembaga) ini,” tegas Arifin.

Nantinya, pendataan pelanggan PLN akan disesuaikan dengan data yang dimiliki oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai jumlah pelanggan golongan Rumah Tangga Mampu. Sesuai data PLN per 31 Oktober 2019, jumlah pelanggan 900 VA – RTM tercatat sebanyak 22,1 juta. Adapaun pada 2020 mendatang jumlah pelanggan diproyeksikan sebanyak 24,4 juta.

Tarif listrik golongan 900 VA RTM yang bersubsidi sendiri sebesar Rp1.352 per kilo Watt hour (kWh) dengan jumlah pelanggan mencapai 24,4 juta pelanggan. Sementara itu, tarif golongan non subsidi (tariff adjustment), 1.300 VA hingga 6.600 VA ke atas, dipatok Rp1.467,28 per kWh.

Meskipun begitu, kebijakan pembatalan kenaikan tarif listrik ini tidak akan memberikan tambahan subsidi listrik sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2020.

Arifin pun mendorong PLN supaya mampu meningkatkan efisiensi salah satunya dengan mengurangi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada pembangkit listriknya. “Masih banyak yang bisa dihemat. Kami arahkan segera dikonversi ke energi murah. Dengan begitu bisa lebih efisien,” jelasnya.

 

 

Sumber: Kementerian ESDM

Kunjungi Kantor PLN, Presiden Jokowi: Perbaiki Secepatnya, Jangan Sampai Kejadian Lagi

Menyusul padamnya listrik di sejumlah wilayah Jabodetabek dan sebagian daerah di Jawa Barat, Minggu (4/8) kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi kantor Pusat PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN), di daerah Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (5/8) pagi. Kedatangan Presiden Jokowi disambut oleh Pelaksana Tugas Direktur Utama (Plt Dirut) PT. PLN, Sripeni Intan.

Presiden mengaku ingin mendengar langsung peristiwa pemadaman total yang terjadi pada Minggu kemarin. Ia mengingatkan, dalam sebuah manajemen besar seperti PLN mestinya ada tata kelola resiko-resiko yang dihadapi dengan manajemen besar.

“Tentu saja ada contingency plan, ada back up plan, pertanyaan saya kenapa itu tidak bekerja dengan cepat dan dengan baik,” kata Presiden Jokowi di hadapan para direksi dan pimpinan PT. PLN (Persero).

Menurut Presiden, peristiwa seperti ini pernah terjadi pada tahun 2002, 17 tahun yang lalu, saat pemadaman terjadi di Jawa dan Bali. Mestinya itu bisa dipakai sebuah pelajaran bersama, jangan sampai kejadian yang sudah pernah terjadi itu, kembali terjadi lagi.

“Kita tahu ini tidak hanya bisa merusak reputasi PLN tetapi juga banyak hal diluar PLN yang terutama konsumen sangat dirugikan, pelayanan transportasi umum misalnya juga sangat berbahaya sekali, MRT misalnya,” tegas Presiden.

Presiden Jokowi juga mengingatkan, bahwa para pimpinan dan pejabat PLN itu orang pintar-pintar yang sangat paham urusan listrik. Namun ia mempertanyakan, apakah tidak dikalkulasi kejadian-kejadian, sehingga kita tahu sebelumnya, tahu-tahu drop gitu.

Artinya, pekerjaan-pekerjaan yang ada tidak dihitung tidak dikalkulasi dan itu betul-betul merugikan kita semuanya,”ucap Presiden.

Yang paling penting, Presiden meminta diperbaiki secepatnya, beberapa wilayah yang belum hidup segera dikejar dengan cara apapun agar segera bisa hidup kembali. Kemudian hal-hal yang menyebabkan peristiwa besar ini terjadi, jangan sampai kejadian lagi. “Itu saja permintaan dari saya,” pungkasnya.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan tersebut antara lain Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Kini PEMASANGAN LISTRIK bisa lewat WEBSITE

Sesuai dengan informasi dari website PLN dan juga akun media sosialnya, kini anda bisa memasang listrik melalui website.

Bagaimana caranya…..?

Berikut ini merupakan sedikit informasi tentang bagaimana cara memasang listrik melalui website.

Sebelumnya anda bisa melihat ilustrasi pada gambar di bawah ini :

Silahkan anda kunjungi website resmi PLN yaitu https://PLN.CO.ID

Untuk mendaftar baru, carilah menu PASANG SAMBUNGAN.

Ikuti langkah selanjutnya, dan isilah data sesuai dengan data diri anda. Jangan sampai ada kesalahan data.

Apabila ada kendala dalam melakukan registrasi pemasangan listrik, Anda bisa kontak langsung ke PLN 123 atau bertanya melalui akun resmi media sosial PLN 123.

Inilah manfaat Aplikasi PLN MOBILE

Dengan semakin meningkatnya perkembangan teknologi , maka hal ini tentu saja akan semakin memudahkan semua orang dalam mengakses informasi.

Begitu juga dengan informasi seputar PLN.

Saat ini PLN sudah meluncurkan aplikasi PLN MOBILE yang bisa di unduh dari Playstore.

Nah….apa saja yang bisa dilakukan dengan aplikasi PLN MOBILE….?

Berikut ini beberapa info singkat tentang kegunaan dari aplikasi PLN MOBILE.

Untuk mengakses aplikasi PLN MOBILE, Anda bisa membuat akun terlebih dahulu atau masuk sebagai tamu(mode guest).

Berbagai informasi bisa anda dapatkan di aplikasi ini, selain itu ada juga menu Permohonan, pengaduan, informasi tarif,simulasi, dan sebagainya.

Bagi pengguna listrik pascabayar, Anda juga dapat melihat Tagihan Listrik anda di aplikasi ini.

Anda tinggal memasukkan ID PELANGGAN, dan tekan tombol CEK TAGIHAN.

Dan bagi anda pelanggan listrik prabayar, Anda bisa cek pembelian TOKEN LISTRIK terakhir. Anda tinggal memasukkan NOMOR METER dan tekan CEK. Maka akan muncul detail pembelian Token anda.

Hal ini akan sangat membantu apabila anda sedang membutuhkan rincian pembelian Token listrik terakhir. Semisal pada suatu saat anda membeli Token listrik, dan saat pulang Struk atau rincian Token tersebut jatuh di jalan.  Maka anda bisa memanfaatkan fasilitas ini.

Untuk lebih jelasnya, Silahkan anda unduh aplikasi tersebut.

Selamat mencoba.

PLN Beri Insentif Berupa Diskon Rp 52/kWh Bagi Pelanggan Rumah Tangga Mampu 900 VA

Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan insentif berupa diskon kepada pelanggan R-I 900 VA RTM (Rumah Tangga Mampu) mulai 1 Maret 2019. Insentif ini diberikan karena adanya efisiensi di golongan ini, serta terjadinya penurunan harga minyak dan kurs dollar.

Dengan pemberlakuan insentif ini, pelanggan golongan R-1 900 VA RTM hanya membayar tarif listrik sebesar Rp 1.300 per kilowatt hour (kWh) dari tarif normal sebesar Rp 1.352 per kWh. Diskon ini berlaku bagi 21 juta pelanggan listrik R-1 900 VA RTM.

Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka menyatakan bahwa listrik sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat saat ini. Seluruh aktivitas masyarakat ditopang oleh pasokan listrik.

“Dengan adanya diskon ini, PLN ingin memberikan ruang untuk pelanggan R-1 900 VA RTM agar dapat lebih banyak memanfaatkan listrik untuk menunjang kegiatan ekonominya dan dalam kegiatan kesehariannya,” jelas Made.

Made menambahkan bahwa diskon bagi RTM 900 VA ini tidak menyertakan syarat apapun.

“Silahkan nikmati diskon ini. Dan gunakan listrik PLN dengan nyaman dan tentu saja aman,” pungkas Made.

 

Sumber :

PLN.co.id