Inilah beberapa berita HOAKS menjelang PEMILU 2019

MELATINEWS.COM -Pemilihan umum 2019 sudah semakin dekat dan tinggal menghitung hari saja.

Tapi masih saja ada beberapa oknum yang sengaja menyebarkan informasi atau berita yang tidak dapat dipercaya kebenaran nya (HOAKS ).  Tentunya dengan maksud dan tujuan tertentu.

Berikut ini beberapa informasi / berita HOAKS yang berhasil di temukan oleh Kominfo .

1. [DISINFORMASI] Polisi Bagi- Bagi Sembako Jelang Pilpres 2019

Beredar kabar bahwa oknum polisi begi-bagi sembako jelang pilpres 2019

Faktanya “Kejadian dalam video tersebut adalah kegiatan saat kepolisian membantu dan mengamankan pembagian sembako pada  Lebaran 2017  lalu,” jelasnya kepada awak media, Rabu (3/4).

Kapolresta Solo Kombes Pol Ribut Hari Wibowo juga menegaskan itu hoax dan tidak benar.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Agus Triatmadja saat dikonfirmasi menegaskan video tersebut memang terjadi.

Namun, konteksnya sama sekali tak terkait Pilpres 2019. “Sebenarnya video tersebut adalah kegiatan pembagian zakat kepada fakir miskin dan buruh oleh Presiden RI pada bulan Ramadhan tahun 2017,” kata Agus, Kamis (4/4).

2. [DISINFORMASI] Jet Tempur Halangi Pesawat Prabowo

Beredar informasi mengenai pesawat yang ditumpangi capres Prabowo Subianto sempat diganggu jet tempur. TNI AU membantah kabar tersebut. Informasi soal gangguan jet tempur itu diungkapkan eks Kasum TNI Letjen TNI (Purn) JS Prabowo lewat akun Twitter @marierteman. Dia menyebutkan ada tiga jet tempur yang melintas saat pesawat Prabowo akan lepas landas menuju Purwokerto.

Kadispen AU Marsma TNI Samyoga membantah cuitan itu. Samyoga mengatakan pernyataan itu tidak tepat. Samyoga menyatakan bahwa apa yang disampaikan Pak JS Prabowo kurang tepat, karena yang beliau sampaikan terjadi pada dua hari yang berbeda, dan dua-duanya sama sekali tidak melibatkan sukhoi. Samyoga pun memaparkan bukti ketidakterlibatan sukhoi dalam peristiwa tersebut.

3. [DISINFORMASI] Ternyata Anggota Banser Tidak 100% Islam

Beredar sebuah unggahan berupa foto yang memperlihatkan seorang pria berseragam Banser sedang mendoakan seseorang yang telah meninggal dunia. Penggungah melalui narasi yang menyertai foto tersebut menuding jika anggota Banser tidak 100% Islam dan menduga yang membakar bendera Tauhid adalah non islam yang memakai seragam Banser.

Berdasarkan hasil penelusuran diketahui pria yang mengenakan seragam banser bernama Mafiansah Saidi alias Fian. Sedangkan jenasah dalam peti mati diketahui bernama  Bernard G Sirait. Baik Fian maupun Bernard dua-duanya merupakan sahabat dan sama-sama pernah menjadi relawan Kawan Jokowi pada tahun 2014 lalu. Foto tersebut diambil saat Fian melayat Bernard. Bernad diketahui beragama nasrani yang meninggal dunia pada hari Minggu, tanggal 10 Juni 2018 pukul 05:45 WIB di rumah sakit Siloam Semanggi. Namun foto tersebut beredar di sosial media dengan narasi yang telah dipelintir dengan berbagai narasi berbeda yang mengarah pada fitnah. Bahkan foto yang sama, dikait-kaitkan dengan alm.Jatmiko, salah seorang anggota Banser DKI. Beredar klaim bahwa foto yang terlihat dalam peti mati tersebut adalah Jatmiko padahal yang ada dalam foto tersebut adalah alm.Bernard G Sirait.

4. [DISINFORMASI] Video Seseorang Meninggal Saat Banjir Akibat Sengatan Listrik dari HP

Telah beredar pesan berantai yang menyajikan informasi mengenai kejadian seseorang yang meninggal akibat terkena sengatan listrik. Dalam pesan tersebut dinarasikan bahwa korban meninggal karena terkena sengatan listrik yang berasal dari Handphone (HP) nya, hal tersebut terjadi karena air genang disekitar tiang listrik dan adanya induksi HP dengan energi potensial yang bisa merambat kedalam air.

Setelah ditelusuri, isi pesan tersebut adalah keliru. Hal tersebut sudah di bantah di dalam laman situs malang-post.com yang menyatakan bahwa penyebab kematian warga tersebut nyatanya Hoax. Kejadian tersebut memang benar terjadi, orang yang dimaksud dalam isi pesan tersebut benar meninggal karena sengatan listrik, tapi bukan karena aliran listrik dari HP, melainkan karena adanya sambungan listrik yang terbuka pada saat itu.

Berdasarkan temuan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa isu yang beredar dalam pesan berantai tersebut adalah Tidak Benar.

5. [HOAKS] Server KPU Sudah Diseting 01 Menang 57%

Telah beredar kabar bahwa server KPU telah diseting 01 menang 57%.

Faktanya Ketua KPU Arief Budiman membantah informasi yang menuding KPU sudah mempersiapkan kemenangan pasangan 01. “Itu tidak benar,” kata Arief saat dihubungi Kompas.com, Kamis (4/4/2019) siang. Dihubungi secara terpisah, anggota KPU Hasyim Asy’ari juga menyampaikan hal yang sama. Hasyim pun menjelaskan kesalahan utama yang informasinya disampaikan dalam video itu. “Substansi yang disampaikan dalam video tersebut tidak benar.

 Tidak ada server KPU yang di luar negeri, semua di dalam negeri,” ujar Hasyim.

KPU membantah isi video tersebut. Komisioner KPU, Hasyim Asy’ari, menegaskan tuduhan bahwa server KPU sudah disetting untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf adalah tidak benar. “Materi/substansi yang disampaikan dalam video tersebut tidak benar,” kata Hasyim dalam keterangan tetulisnya, Kamis (4/4/2019).

Hasyim mengatakan tidak ada server KPU yang di luar negeri, semuanya di dalam negeri. Dia juga menegaskan bahwa penghitungan suara dilakukan secara manual bertingkat dari TPS, PPK, KPU Kab/Kota, KPU Provinsi dan KPU.

 

Itulah beberapa informasi hoaks yang marak beredar saatnya ini. Semoga kita bisa semakin jeli memilih berita atau informasi .

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.